UAT – User Acceptance Test June 12, 2007
Posted by Tia in Testing.trackback
Thanks to Lydia yang meminta saya untuk menulis artikel tentang UAT ini. Salam kenal ya…
Menurut Wikipedia, UAT adalah sebuah proses untuk mendapatkan konfirmasi dari seorang SME – Subject Matter Expert (ahli di bidangnya), terutama pemilik atau klien yang mengerti tentang objek yang sedang dalam phase pengetesan, melalui trial atau review yang mofikasi & tambahannya sesuai dengan requirement yang sudah disetujui sebelumnya.
Dalam software development, UAT merupakan tahap terakhir dari sebuah project dan dilaksanakan sebelum klien menerima dan mengaplikasikan sistem baru tersebut.
Test designer harusnya membuat test skenario yang berbeda dengan test case yang telah digunakan dalam integration test. Tapi berdasarkan pengalaman, pada umumnya client maupun tim developernya setuju untuk menggunakan test scenario yang dibikin oleh test designernya. Alasannya karena isinya lebih detail sehingga mereka benar-benar yakin bahwa aplikasi tersebut sudah bugfree
Padahal semestinya UAT tidak harus sedetail regression test yang sudah dikerjakan sebelumnya di awal proses testing. UAT lebih ke arah, proses sudah berjalan dengan benar dan sesuai dengan yang diharapkan oleh si klien pada saat production nanti.
Oya, satu yang harus diperhatikan pada saat UAT, tim developer & tester harus sudah benar-benar yakin kalau aplikasi tersebut sudah bugfree. Well, walaupun pada kenyataannya tidak pernah ada aplikasi yang bugfree sih
, at least sudah yakinlah kalau semua sudah lolos test. Jangan sampai menemukan error disaat UAT di client. Malunya itu lho yang ga nahan
hehehe
Tambahan dari beberapa pengalaman saya dalam hal UAT yang harus diperhatikan.
Pertama, ketika mengetes di klien, tester & dev harus benar-benar fit kondisi badannya. Tapi saya yakinlah, dev & tester tahan banting. Wong saya juga pernah ngerasain testing di client sampai dini hari dalam keadaan hamil besar
Kedua, ketika tidak ada orang dari client untuk testing, maka mau tidak mau kita sendiri yang turun tangan untuk testing, tapi ingat ya, pastikan kita didampingi orang dari client yang mengerti sistem tersebut dan ada form untuk di tandatangani client bahwa applikasi tersebut sudah lolos test (UAT).
Terakhir, give the best of your system!!
kebetulan saya ada tugas dri kampus untuk nyari teori tentang UAT.thanks ya mas atas artikelnya saya merasa terbantu sekali dengan adanya artikel ini.
hwalaaah.. sama2 Q… mudah2an terbantu dengan tulisannya. Kalau bisa sekalian dicantumkan duunk, dapat infonya dr mana gituuuw.. biar saya ikutan nge-TOP.. halaah!!
tapi saya bukan Mas2 lhooo… murni perempuan kok
moso mas2 bisa hamil yaks
hiekekekekek
Trims dengan informasinya, mungkin penulis punya template, ato paramater umum untuk test scenario UAT?akan sangat membantu sekali apabila ada.
wadoww.. kreatip atuuh.. format UAT ga jauh beda kok dengan functional test
malah jauh lebih simple.
yuuk ah!
nice article sis.
aku dpt kerjaan baru,
mulainya besok.
salah satu jobdesc nya ya uat.
thx for infonya ya
seeeepppph… sukses bro…
setelah saya baca artikel diatas, saya jadi bingung dengan urut2an testing.. jadi UAT dilakukan setelah regression test. Di tempat saya kerja, regresi malah dilakukan setelah UAT. jadi terbalik donk?
hmm.. coba deh baca referensi artikel-artikel lain yang berhubungan dengan UAT. adakah pernah disebutkan UAT lebih dulu dari regression?
Analoginya seperti ini, UAT itu singkatan dari USER Acceptance Test. Yang artinya, Test (yang dilakukan oleh USER/pengguna dan) diterima oleh si pengguna tersebut.
Kalau Regression belakangan.. apa ga malu ngasih liat system/aplikasi yang masih bolong-bolong ke client (USER)?
well.. its ur choice!
Menurutku, testing yang digunakan, dan urutannya — adalah sesuai dengan kebutuhan. Jadi, setiap orang, ataupun kelompok, bisa saja membolak-balik urutan testing, dan memilih tidak untuk melakukan tahapan testing tertentu. Dan tidak semua hal harus ngikutin textbook kan?
UAT = Siap dicecar oleh user hehehehehe
hehehe.. pengalaman pribadi ya?
@hans, setuju test bisa di bolak-balik sesuai kebutuhan. tetapi menurut saya tetap UAT terakhir..
Sama”….
@mbak bedulz,
)
thx untuk artikelnya, aku punya beberapa pertanyaan dasar (maklum anak baru
1. Yang menyiapkan dokumen UAT ini sebenarnya itu client (via divisi IT atau konsultan pribadi mereka) atau developer?
2. Kalau client tidak menginginkan adanya UAT, apa yang bisa dilakukan developer agar bila terjadi error, client gak asal tuntut ke developer? Bisakah client membuat surat persetujuan bahwa ‘client menerima aplikasi sudah berjalan sesuai keinginan client’ dan meminta clien tandatangan?
Terima kasih atas bantuannya, mbak
umumnya UAT doc disiapkan oleh tester team
Waaah nice info… kebetulan aku juga lagi belajar bikin UAT nih… pengen bener2 bisa jadi QA sejati
hayoo semangaat
huff yayaya
nice info