jump to navigation

Question from away.. May 28, 2007

Posted by Tia in Management.
add a comment

Yup, saya kasih judul ‘Question from Away’ karena ada seseorang yang tiba-tiba menyapa dan bertanya tentang beberapa hal yang sedikit berkaitan di Simply Bedulz! blog ini.

Bertanya dan bicara dalam bahasa inggris:
“Can you give me some books to read for Business Analyst?”

Not to mention, I don’t feel I red those kind of books. These lately days, I prefer read about how to manage, manage and manage.. manage emotion, manage people, manage our organization, manage our eager, etc.

Pada waktu itu, saya tidak langsung menjawab, karena saya ingin tahu buku-buku apa saja yang sudah orang ini baca tentang Business analyst. Dan sebenarnya…. lots of books about it out there.

Tapiii…. tetap menurut saya pengalaman adalah guru yang tak terhingga. Buku hanyalah pelengkap agar kita lebih terstruktur dalam hal tersebut.

Ketika pertanyaan itu belum terjawab (karena orang tsb yang lupa nama aslinya keburu sign out :P ) saya akan mencoba menjawab disini.

Mungkin kamu tidak menyukai pekerjaan kamu yang sekarang, walau masih di bidang yang sama , IT, tapi kamu lebih ingin mempunyai posisi sebagai BA.

Mungkin jika kamu masih dalam tahap beginner kamu bisa mempelajari system yang ada dikantor kamu sekarang. Jika yang sekarang ini ada BA, banyak-banyaklah kamu berinteraksi dengan orang ini, biar dapat ilmu. Ingat lho.. berinteraksi.. bukan mencecarnya dengan segudang pertanyaan kamu yang aku yakin, pasti akan mengganggu orang tersebut dan malah bikin dia bete bin juengkeeeel ngadepin kamu.

Terus, coba sambil baca beberapa artikel yang bagus. Kamu bisa browsing di inet atau membaca buku/majalah IT yang sekarang ini buanyaaak beredar di pasaran. Tidak apa-apa jika ternyata isi buku/majalah IT itu bukan di bagian tentang BA, at least kamu dapat ilmunya.

Karena untuk menjadi seorang BA itu tidak mudah. Seperti yang pernah aku tulis di sini seorang BA harus orang yang mengerti akan kemauan client dan bisa menterjemahkannya dengan benar sesuai keinginan client dan bisa dimengerti oleh para programmernya.

Pertanyaannya adalah, mampukah kamu?

Good Knowledge VS Good Management May 28, 2007

Posted by Tia in Management, Personal Life.
add a comment

Having a position in management quite teach me several view. Beginning my HOD view, my Manager View, my self (Assistant Manager) view, my Assistants (Engineer) view and people under my assistants (Assistant Engineer) view.

Let talk from the latest one.

Position as Assistant Engineer (AE) is quite low priority in my current company. Sometimes people in management don’t care about their existence. Most of the time, AE feel and think they only can do this.. not do that.

Kinda hard to change the way they thought. I think the most good point is to make them very confidence related to their works. By a little bit of compulsion, now some of them can do more than previous and I’m proud of them :D

Talking to the next level as Engineer. My assistant is a good person. even though she didn’t have any IT background but she fast learning. Now she is good take care five AE. She learn better than me. I do Admitted. That’s why I want her to replace my position if I’m leave this company.

Now my self. Starting as SQA Engineer, my career was develop until my current position as Assistant Manager (Deputy Head of Department/SBU) at beginning of January 2007. Well, I’m proud of my self (narcissus! :P ) able to reach this position only for one year 3 months. And I think this is also because of my HOD role.

He is really inspire me a lot. Even until now I think we’ve been close as friend. He gave lots of motivation and enthusiasm to me.

Next is my Manager. Previously he is a manager without any man. But after his probation is complete and his project is discontinue, he is assigned to become my Manager, the man where i should report to.

Well, its good for management, but the most complicated one for myself (as i need to report to him), he didn’t know how to take care his underling, he didn’t understand how to maintain reporting. Every work relation he will gave to me and he is only take care the server and IT things. Fiuuuhh…

Now my HOD, he good lookin’ and handsome guy :P (lho? hahaha). Seriously, he smart, he care to his underling but he couldn’t take care all the engineer. Thats why he raise some people to take care of it.

if he asked for the meeting, so seldom he talk to my Manager (the one he should talk into). He just directly talk to me or via skype. Very often I looked, I have a meeting with other team and my Manager on his desk, waiting for my HOD calling him for skype. But my HOD prefer waiting my meeting done and talk to me.

I think he (or my self?) should give my Manager responsibility and trust.

Anyhow, I talked to my HOD this morning via skype as he requested. (I believe he is somewhere in Paris and very busy dealing with his up link person). He ask the reason my resignation. Well, fyi I’ll resign next month.

I have propose my Assistant to replace me because she is quite good in knowledge on the system we build. And do you know what his response?

He said, “No! you better work from home or part time as I need more capable people whose good in management”.

Truly, I don’t feel I’m a good management either, but i feel honored :P

If you can see the difference the way I’m think and the way he think. He think he will have good people with good management. And I think good people with good knowledge. Well, maybe if I’m in his position, I will think the same as he does.

Good knowledge doesn’t mean you are capable in manage people. And good management doesn’t mean you are capable in knowledge. Both has its own positive way, and the most important think that we are know what we are looking for to become excellent in future :D *grin*

But sorry to let you know.. I need to go out from this comfort zone.
I’m gonna miss ya my guru!

Inisiatif yuk! December 28, 2006

Posted by Tia in Management.
2 comments

Tiap orang punya mimpi atau ambisi. Entah itu ingin menjadi pengusaha, milyuner, CEO, WAHM (Working at Hom Mom), artis yang terkenal atau punya ‘passive income’ dan bisa duduk santai nikmati hidup.

Aku, saya punya banyak ambisi dan mimpi. Kelihatannya sedikit berlebihan kalau melihat situasi saya saat ini. Tapi saya percaya, waktu akan membuktikannya menjadi kenyataan jika saya put enough efforts to making it a reality!

Caranya gimana?
Ada satu kata disini yaitu “inisiatif”. Alasannya? Karena banyak orang yang hanya berbicara tentang mimpinya dan tidak berusaha untuk mencapainya. Istilah kata “NATO – No Action, Talk Only”.

Ingat, kalau anda tidak berusaha untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, hal tersebut dengan sendirinya tidak akan terwujud. Itu udah basic rule di dunia. Apa kamu mengharapkan untuk menjadi seorang Bill Gates kalau kamu hanya duduk diam? Hehe, saya berharap bisa demikian, tapi sayang, kenyataannya tuh jauuuuh banget.

Ada satu kalimat yang pernah saya baca…

“Make the first step” … “be the one who takes the initiatives!”.

Lakukan langkah (kecil) awal dan jadilah orang yang mengambil inisiatif! Karena tanpa langkah awal, tidak akan ada langkah-langkah berikutnya, takkan ada perjalanan jauh. Dengan langkah awal yang kelihatannya kecil, sedikit, tapi setidaknya ini adalah suatu permulaan.

Langkah pertama bisa apa aja. Mulai dari melakukan reseach untuk mencari apa yang kamu inginkan kemudian bisa membuat rencana untuk menjalankan apa yang kamu bisa. Misalnya mencari bisnis partner, belajar bagaimana mempunyai bisnis plan yang layak, atau bahkan belajar bagaimana cara mendapatkan pinjaman uang dari bank.

Melalui langkah awal ini kamu juga bisa menciptakan momentum yang dibutuhkan untuk pindah kelangkah kedua, ketiga dan berikutnya. Sekali kamu mencoba berjalan dan berjalan lagi, kamu akan kesulitan untuk menghentikannya :)

“Susah aah.. schedule gw kan padat!”
Ehm apa sih yang tidak bisa kalau udah ada kemauan? hayuk deh, luangkan sedikit waktu 10-20 menit sehari selama sebulan untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan hidup atau mimpi-mimpi kamu. Jangan cuma bermimpi, tapi list down, create target time and catch up within your initiative!

Let’s initiative and make our dream become reality!! :)

apa sih Business Analyst itu? December 20, 2006

Posted by Tia in Management.
3 comments

Buat sebagian orang mungkin masih banyak yang bertanya-tanya tentang Business Analyst. Apa sih yang dimaksud dengan business analyst? ngapain aja sih kerjaannya? seberapa penting hadirnya business analyst dalam suatu project development?

Well, mariiii… mari kita bahas. Pertama yang perlu kita ketahui adalah definisi dari Business Analyst itu. Berdasarkan pengalaman di dunia software house, business analyst yang seringnya kita singkat sebagai BA adalah orang yang bertanggung jawab dalam menerima dan mengumpulkan info business problem dari client & stakeholder, menganalisanya dan kemudian menterjemahkannya kedalam bentuk spesifikasi yang kemudian disetujui oleh pihak client dan bisa dimengerti oleh para programmernya.

Kedengarannya simple ya. Tapi jangan salah, banyak kejadian ketika si BA ini salah menginterpretasikan maksud & tujuan dari client dan malah bikin spesifikasinya semakin amburadul. Maka dari itu, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi jika kamu ingin jadi seorang BA.

KNOWLEDGEABLE
Pertama, BA seharusnya adalah orang yang kompeten dibidangnya. Dia harus memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luaaaassss dan bisa menggunakan kemampuannya dalam analitical ke bisnis issue dengan kemampuan investigasi yang cukup tinggi.

BUSINESS PROCESS
Kedua, seorang BA harus ahli dalam modeling atau mapping tentang bisnis proses. Bukan modeling pragawan/ti yaa.. tapi teteup ga pindah jalur dari bidang IT. Misalnya si BA ini harus jago pula dalam menggunakan tools untuk mempermudah pekerjaannya seperti Visio, Rational Rose, etc. Jadi teteuuup, bisnis proses adalah salah satu dasar utama yang harus dia mengerti dalam suatu project.

PROJECT MANAGEMENT
Heuheu, kalo kata wikipedia harus strong project managementnya, well practise and principles. Apa sih yang dimaksud project management? Kalau benar itu yang dimaksud sih bisa saya jelaskan disini, yaitu.. harus bisa memanage apa yang harus dikerjakan oleh teamnya (developer, tester, QC, etc), harus mahir menggunakan MS.Project atau yang free seperti Gantt Chart. Gampang? hmm sedikit rumit.. karena seringnya timestamp-nya pasti deeeh extend lagi extend lagiii… :D hehehe

Sisanya, selain harus bisa identifikasi data untuk dianalisa untuk dibikin sistem yang lebih baik, pengetahuan IT-nya juga harus okeh, analisa waktu, cost, dan usahanya, dan sesuai dengan tujuan akhir dari suatu project tentunya.

Oya, hampir saya lupa satu pertanyaan akhir. Seberapa penting sih kehadiran si BA ini? beberapa ada yang bilang penting, tapi banyak juga software house yang tidak menggunakan jasa si BA ini. Jadi, kalau saya akan mengembalikan lagi pertanyaan ini ke anda, sejauh mana anda memerlukan seseorang untuk menganalisa bisnis proses dari client anda.

Tester & developer think differently December 1, 2006

Posted by Tia in Management.
add a comment

Pola pikir tester & developer sangatlah berbeda. bedanya?

Developer/programmer berfikir bagaimana caranya supaya program ini jadi sedangkan tester harus berpikir bagaimana caranya supaya ‘brake’ the program.

Untuk membuat suatu sistem, sang developer haruslah berpedoman terhadap spesifikasi. Tetapi jika tester menggunakan spesifikasi sebagai panduan dalam testingnya, bisa-bisa banyak sistem yang ‘bolong’ karena missed.

duuh mentok, nanti yaa.. di edit lagi :D hehehe..

Tester, QC dan QA December 1, 2006

Posted by Tia in Management.
add a comment

Banyak orang-orang IT yang tidak bisa membedakan antara Tester, QC (Quality Control) dan QA (Quality Assurance).

Saya coba deskripsiin dengan bahasa bebas saya yaa. Mudah-mudahan ngerti, kalau engga boleh tanya kok atau coba search di google atau wikipedia *wink*

Tester
Tester adalah seseorang yang melakukan test terhadap suatu sistem atau aplikasi berdasarkan kondisi tertentu dengan evaluasi terhadap suatu hasil/result. Kondisi terkontrol ini yaitu termasuk melakukan test yang normal dan abnormal kondisi. Testing juga harus dengan sengaja mencoba melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan sistem yang sudah dibuat. Its more oriented to ‘detection’.

QC – Quality Control
Kalo QC sih lebih ke arah inspection yaaa. maksudnya adalah, inspeksi yang typically ke document saja seperti requirements spec, test plan, project plan, project submission checklist, test checklist, dll. Dengan tujuan menemukan masalah dan melihat apakah ada sesuatu yang missing dalam suatu project. Tapi, bukan tugas QC untuk memperbaikinya.

Hasil inspeksi itupun harus dibikin dalam suatu report. Inget lho.. REPORT!, jadi jangan dikira pekerjaan sebagai QC tuh gampang. Karena pengetahuan dia juga harus lebih luaaasss dari project team itu sendiri. Persiapan yang dalem dan teliti merupakan kesulitan yang utama, painstaking work! tapi ini merupakan salah satu cara cost effective methods untuk mencapai quality yang diharapkan.

QA – Quality Assurance
Software QA melibatkan keseluruhan software development PROCESS, mulai dari monitoring dan improving process itu sendiri. Memastikan bahwa semua standard dan prosedur yang sudah dibuat, disetujui (untuk dilaksanakan) sebelumnya dilaksanakan dengan benar. Dan memastikan bahwa ketika ada masalah ditemukan bisa bekerja dalam teamnya utk menyelesaikannya. Its more oriented to ‘prevention’-lah for me. (weks, bahasanya singaporean banged deeh :P )

Penugasan tanggung jawab dari tester, QC dan QA bisa berbeda-beda dalam setiap organisasi. Kadang-kadang banyak yang menggabungkan masing-masing pekerjaan dan tanggung jawab di satu grup atau individu saja. Seringnya dalam suatu project team hanya terdapat developer dan tester yang bekerja sama dengan proses QA di monitor oleh project manager.

Jadi, pilihan ini akan balik lagi ke masing-masing organisasi. Mana yang akan anda lakukan harus disesuaikan juga dengan organization size dan business structure. ;)