jump to navigation

Bekerja atau tidak? January 11, 2008

Posted by Tia in Personal Life.
Tags:
add a comment

Gosh, dua pilihan tersebut benar-benar bikin saya banyak berpikir selama kehamilan ini. Sebenarnya saya ingin banget jadi WAHM, walaupun masih bekerja dari rumah tapi full mengurus anak saya. Saya sendiri sudah itung-itungan duit bersama suami tercinta. Yaaa cukup di maklumi, karena akan menghilang sebagian penunjang finansial kami.

Di awal kehamilan kedua saya ini yang sungguh suatu perjuangan bagi saya karena menghadapi flek dan bedrest padahal saya lagi di middle of project yang sangat butuh konsentrasi tinggi. Secara pribadi sayapun sudah mengajukan resign ke atasan saya, tetapi permintaan saya ditolaknya mentah-mentah. Rupanya, dia masih mempercayakan pekerjaan kepada saya. Padahal saya yakin banget, sangatlah mudah baginya untuk mencari seorang testing manager pengganti saya.

Syukur Alhamdulillah, setelah beberapa kali bolak balik bedrest karena ditengah-tengah bedrest pun saya masih bekerja dan tidak bisa tidak memikirkan pekerjaan saya, saya akhirnya melewati phase itu, bayi saya tumbuh!! Insya Allah sehat dan sempurna hingga di bulan ke lima ini.

Tentu, saya kembali bekerja. Setidaknya saya harus menyelesaikan satu project ini selesai baru saya bisa memikirkan kelahiran bayi saya nanti. Base on schedule, testing harusnya selesai akhir april. Jadi jikapun kelahiran kedua saya nanti maju tiga minggu seperti kelahiran pertama, tidak akan mengganggu proses testing.

Planning saya selalu berhenti, berhenti dan berhenti. Saya ingin full mengurus anak dan bayi saya nanti, saya tidak mau kehilangan moment sekecil apapun dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi saya nanti seperti banyak yang saya lewatkan ketika di anak pertama.

Tapi lagi-lagi kata tapi yang selalu menyela di batin saya. No offense, saya butuh uang. Saya butuh pengaktualisasian diri. Saya dibutuhi oleh orang-orang di pekerjaan saya. Haha, yang terakhir terdengar sombong ya ;) tapi itulah yang sebenarnya terjadi.

CTO di perusahaan smart card sudah meminta saya kembali dan memanage bagian testing, QA, Beta testing. Tapi atasan saya yang sekarang pun menginginkan saya untuk tetap bersamanya, padahal kontrak saya akan berakhir agustus tahun ini.

Well seorang temanpun mengajak saya bergabung untuk membantunya di kompeni tempat dia sekarang. Tentu dia mengharapkan setelah delivery/kelahiran. Kemudian, pernah selentingan bos saya yang duluuu banget mengenalkan saya ke proses QA juga mau mengajak saya (dan suami) kembali bergabung jika kembali ke bangunan lama.

Yang terakhir saya masih pikir panjaaang, karena harus pindah pulau, pindah rumah, pindah sekolah, dll. Terlalu banyak yang harus di set sebelum kepindahan. Belum lagi urusan anak pertama saya yang indigo. Bisa-bisa tiap saat dia melihat ‘hantu’ terus ditempat tersebut. :)

Suami saya sangat mendukung yang pertama. Tentunya karena disana posisi saya di bagian RND, saya yang akan bikin schedule dan tidak selalu full of deadline, mungkin juga akan ‘jalan-jalan’ ke paris, manila, singapur, thailand, tempat dimana RnD dari kompeni ini beredar.

Yang kedua, saya masih menunggu tawaran yang akan diajukan oleh atasan saya nanti. Hehe, tentunya saya mengharapkan benefits. Kerja bersama korea memang keras, tapi tidak semenyebalkan yang dianggap orang-orang. Terus terang, saya menghormati bos saya ini. Walau kadang terlihat begitu “Korean” tapi mostly dia paling manusiawi diantara korean lainnya. :P

Yang ketiga saya anggap belum jelaslah, karena masih belum pasti (banget). Tapi patut dipikirkan ketika saatnya tiba nanti.

Nah, dengan tawaran-tawaran tersebut, mampukah saya menolaknya? Sementara, ternyata saya akan butuh uang banyak untuk sekolah anak-anak saya. Tentunya, sebagai orangtua saya ingin yang terbaik buat anak-anak saya. Ingin mereka dapat lebih dari yang sudah saya dapatkan. Hehe, ini kali yang disebut sebagai dilema bagi ibu yang bekerja. :P

Dulu diusia setahun lebih anak pertama, saya sudah meninggalkannya ke luar negeri. Perasaannya waduuh.. ga karuan. Kini, kalau saya mengambil opsi pertama, saya akan meninggalkan bayi saya kurang dari setahun. Apa saya sanggup? tidak!! itu kata pertama yang keluar di otak saya. Sekarangpun, di usia anak saya yang sudah lewat dari tiga tahun saya masih ga rela harus ninggalin dia tiap berangkat kerja :(

Sekarang, pilihan itu ada ditangan saya. Suami sangat mendukung apapun langkah yang saya ambil. Walau saya tau banget, dia masih mengharapkan saya bekerja. Masih belum dapat mengambil keputusan, saat ini saya hanya menunggu dan menunggu. Setidaknya sampai bayi dalam kandungan ini lahir.

Enjoykanlah! Begitu yang selalu kawan saya di surabaya bilang. Tentu mbak, saya akan Enjoykanlah!!

salam Enjoy!
Tia Rotandiko

Good Knowledge VS Good Management May 28, 2007

Posted by Tia in Management, Personal Life.
add a comment

Having a position in management quite teach me several view. Beginning my HOD view, my Manager View, my self (Assistant Manager) view, my Assistants (Engineer) view and people under my assistants (Assistant Engineer) view.

Let talk from the latest one.

Position as Assistant Engineer (AE) is quite low priority in my current company. Sometimes people in management don’t care about their existence. Most of the time, AE feel and think they only can do this.. not do that.

Kinda hard to change the way they thought. I think the most good point is to make them very confidence related to their works. By a little bit of compulsion, now some of them can do more than previous and I’m proud of them :D

Talking to the next level as Engineer. My assistant is a good person. even though she didn’t have any IT background but she fast learning. Now she is good take care five AE. She learn better than me. I do Admitted. That’s why I want her to replace my position if I’m leave this company.

Now my self. Starting as SQA Engineer, my career was develop until my current position as Assistant Manager (Deputy Head of Department/SBU) at beginning of January 2007. Well, I’m proud of my self (narcissus! :P ) able to reach this position only for one year 3 months. And I think this is also because of my HOD role.

He is really inspire me a lot. Even until now I think we’ve been close as friend. He gave lots of motivation and enthusiasm to me.

Next is my Manager. Previously he is a manager without any man. But after his probation is complete and his project is discontinue, he is assigned to become my Manager, the man where i should report to.

Well, its good for management, but the most complicated one for myself (as i need to report to him), he didn’t know how to take care his underling, he didn’t understand how to maintain reporting. Every work relation he will gave to me and he is only take care the server and IT things. Fiuuuhh…

Now my HOD, he good lookin’ and handsome guy :P (lho? hahaha). Seriously, he smart, he care to his underling but he couldn’t take care all the engineer. Thats why he raise some people to take care of it.

if he asked for the meeting, so seldom he talk to my Manager (the one he should talk into). He just directly talk to me or via skype. Very often I looked, I have a meeting with other team and my Manager on his desk, waiting for my HOD calling him for skype. But my HOD prefer waiting my meeting done and talk to me.

I think he (or my self?) should give my Manager responsibility and trust.

Anyhow, I talked to my HOD this morning via skype as he requested. (I believe he is somewhere in Paris and very busy dealing with his up link person). He ask the reason my resignation. Well, fyi I’ll resign next month.

I have propose my Assistant to replace me because she is quite good in knowledge on the system we build. And do you know what his response?

He said, “No! you better work from home or part time as I need more capable people whose good in management”.

Truly, I don’t feel I’m a good management either, but i feel honored :P

If you can see the difference the way I’m think and the way he think. He think he will have good people with good management. And I think good people with good knowledge. Well, maybe if I’m in his position, I will think the same as he does.

Good knowledge doesn’t mean you are capable in manage people. And good management doesn’t mean you are capable in knowledge. Both has its own positive way, and the most important think that we are know what we are looking for to become excellent in future :D *grin*

But sorry to let you know.. I need to go out from this comfort zone.
I’m gonna miss ya my guru!

Sabaaarr… January 5, 2007

Posted by Tia in Personal Life.
add a comment

Salah satu kelemahan saya adalah mudah sekali terpancing emosi marahnya kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan atau pikirkan.

Beberapa rekan senior di perusahaan tempat saya bekerja dulu tau banget karakter jelek saya ini. Suatu ketika, saya pernah ngamuk-ngamuk karena ketika saya handle satu project ada salah satu rekan lain yang tidak mengikuti instruksi yang saya berikan. Sampai akhirnya harus saya take over pekerjaannya sampai tengah malam (ups, pagi dink.. jam 1 uds pagi bukan?)

Ingat sekali, bos saya bilang gini “Sabar ya nduk.. sabaaar”.

Satu kata itu yang sering terngiang-ngiang di kuping saya hingga sayapun belajar untuk sabar, sesabar-sabarnya. (Mengingat sangat temperamentalnya saya yang bisa hajar bleh :P )

Kemudian, ketika saya masuk kerja di tempat yang sekarang ini, saya dihadapkan pula untuk menghadapi beberapa orang yang sudah cukup senior dan sedikit keras kepala. Dari awal bos bule saya sudah bilang, pekerjaan kamu ini bakal di benci semua orang, kamu harus siap ngadepinnya. Waktu itu saya bilang oke oke aja, mengingat tawaran yang hmm nyam nyam nyam.. idealnya.

Sampai kemudian saya harus report langsung ke CTO, kemudian saya jadi sering diskusi dengan CTO ini. Saya diajarin banyak hal (termasuk kehidupan), terutama sabaaaarrr.

Baru tadi pagi, setelah sekian bulan dia tau batas kesabaran saya, saya terima email yang memberitahukan saya diberi tanggung jawab lebih untuk membuat saya jadi lebih sabar lagi. CTO bikin empat split dari satu team yang sering bikin saya tidak bisa tidur karena project extend terus untuk di handle sama saya.

Again… lagi-lagi Again, kesabaran saya benar-benar di uji sama CTO saya.

Take a Big GianT step! December 28, 2006

Posted by Tia in Personal Life.
add a comment

If you want something you never had, do something you never done!

Fishi Nice quote I find from here make me think two offer I received this lately days. Both are really BIG giant step for me.

One is taking big responsibility in another company at the same field and the other also take responsibility to manage the Application projects which I never done before.

Both are challanging and full of risk. :P and I like it!

Permintaan suami December 20, 2006

Posted by Tia in Personal Life.
add a comment

Heran, itu yang terlintas dipikiran saya ketika ada seorang teman yang sibuk memikirkan ‘porsi’ tubuhnya karena permintaan suami.

Padahal suerr, dari sisi manapun bodi teman saya itu baguuus. Tinggi, berisi dan enak diliat. hehehe.. terus terang, bukan tinggi kurus macam bodi saya yang lebih mirip tulang berjalan :P

Eniwe, saya dengar permintaan ini sudah sejak dari teman saya itu belum menikah. Sang suami rela mengeluarkan kocek berapa saja demi kelangsingan tubuh istrinya. Mulai dari uang untuk fitness, akupunktur, diet, bla bla bla yang (masih) sampai sekarang bikin saya terkagum-kagum.

Bukan saya iri, sumpaah.. saya malah pengen punya bodi seperti teman saya itu. Tapi yang sungguh saya kecewakan justru ketika saya mengetahui betapa sang suami memaksa agar permintaannya dituruti, jika tidak…???

Hahaha, kadang saya berfikir. Sedangkal itukah pernikahan? keinginan atas bodi sang istri yang tidak memenuhi kualifikasinya dan si suami (tetap) menikahinya? komitmen apa yang berlaku diantara mereka?

Kedengarannya seperti pengen turut campur urusan orang yah ;) *wink*

Engga, saya hanya mencoba merefleksikan hal tersebut ke diri saya sebagai seorang istri yang (juga) mempunyai suami. Dan saya juga berfikir, jika setelah melahirkan badan istri tidak bisa kembali sempurna, apa yang akan terjadi dengan sikap si suami?

Saya pernah bertanya ke suami saya (maaf, jadi bersifat personal bgt :P ), apa kamu menikahi saya karena tubuh saya yang (menurut kamu) ideal? Jika dan masih banyak jika, tubuh saya melar karena kondisi (misalnya) sehabis melahirkan atau emang karena saya hobi makan, kamu akan membenci saya?

Menjawab pertanyaan saya, ‘ya, salah satunya karena tubuh kamu! tetapi (sekarang dan mudah2an seterusnya) saya tidak peduli dengan ukuran tubuh kamu karena kamu telah (dan masih) memberikan segalanya buat saya, kehidupan yang indah dan buah hati yang menawan’.

desh.. lega dan bersyukur, ukuran cinta dan pernikahan bagi saya dan suami bukan hanya dari bodi saja.

Bicara tentang ‘Nyela’ December 7, 2006

Posted by Tia in Personal Life.
add a comment

Wah, sebenarnya bukan tipical saya banget. tapi entah kenapa akhir-akhir ini kegiatan ‘mencela’ semakin membumi disekitar saya.

Awal mula saya kenal lingkungan kerja yang penuh dengan celaan adalah di kantor yang sebelumnya (boleh sebut nama?). Well, disana saya mengerti arti NO teamwork, NO friends, NO Helps. Padahal sebelumnya, tempat kerja saya adalah lingkungan yang ramah,benar2 teamwork, saling bantu dan kompak.

Bertahan 2 tahun di perusahaan tersebut, sayapun pindah keperusahaan ini yang Alhamdulillah suasana sangat mirip dengan perusahaan fave’ saya itu. Tapi tidak berlangsung lama, suasana ‘celaan’ kembali hadir, walaupun tetap dalam suasana teamwork, ramah, saling bantu & kompak.

Well, alasan saya tidak menyukai celaan itu adalah karena saya tidak bisa membalasnya. Hahaha iya, coba deh anda cela saya, pasti saya hanya bisa diam, cengar cengir dan ketawa.

Bukan karena saya tidak bisa mungkin ya, tapi saya tidak senang jika saya diposisikan sebagai orang yg dicela, maka saya sangat anti menyela orang.

Tapi dalam kenyataannya, ucapan atau kalimat yang keluar dari mulut sayapun sering berupa celaan. Duuh maaf, saya benar-benar tidak sengaja lho!